Sepeti firman Allah dalam QS. An-Nur: 26 yang artinya “wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”

Simple aja sih rumusnya, klo ingin mendapatkan yang terbaik harus menjadi yang terbaik juga. Lalu bagaimana cara menjadi yang terbaik?

Tidak ubahnya dengan pria, jika wanita sholeha diwajibkan menutup auratnya maka pria sholehpun diwajibkan menjaga pandangannya. Karena wanita sholeha gak mau tuh sama pria yang matanya suka jelalatan (jangankan muslimah, yang bukan muslimahpun gak bakal mau klo ngliat cowoknya suka “lirak-lirik”).

Muslimah sholeha gak mau pacaran,

So…klo kalian punya fikiran pengen ngomong “jadian yuuk”, sebaiknya buang deh jauh-jauh daripada nanti nama kalian “dicoret” dari daftar suami idaman…hehehe. Lebih baik ganti kata-kata itu dengan “maukah kau menikah denganku?” (duileee…senengnyaaa) dan langsung pedekate sama ortunya. Atau jika belum siap nikah beranikan diri untuk mengatakan “aku mencintaimu, maukah engkau menunggu aku hingga aku siap untuk melamarmu?”. Tapi gak boleh lama-lama yaa, harus ada kejelasan juga, “menggantung” wanita tanpa kejelasan sedangkan wanita itu bisa menerima pinangan dari pria lainnya adalah berdosa.

Carilah Pada Tempatnya

Wanita sholeha selalu berada pada tempat2 yang sedikit mudharatnya seperti masjid, pengajian, dan mereka lebih banyak tinggal di rumah.

Ciri-ciri wanita sholeh tentu sudah pada tau doonk??

Salah satunya lemah lembut dan santun dalam berbicara, so…klo nemuin cewek yang ngomongnya “nyablak”, hehe…hati-hati daripada nanti salah sasaran. Wanita tu akan “klepek2” sama pria lemah lembut, jadi mulai dari sekarang biasakan diri untuk berlemah lembut pada setiap orang (bukan lemah gemulai yaa…yuuk? :D)

Perbaiki Kualitas Ibadahmu

Rajin-rajinlah shalat di masjid, coz (berdasarkan pengalaman pribadi), wanita kagum dengan pria yang rajin ke masjid pas beduk adzan tiba, bukan yang menjelang-menjelang (shalat dzuhur menjelang ashar, shalat ashar menjelang maghrib).

Klo muslimah gak boleh pecicilan, apalagi pria muslim.

Bersikaplah cool, calm, n confident. Trus gimana cirinya pria cool, calm n confident itu?

Gak banyak berkoar-koar alias gak banyak omong, daripada ngomong yang gak manfaat lebih baik diam, selalu memberikan bukti bukan janji. Klo wanita biasa senengnya digombalin tapi klo wanita muslimah senengnya dibuktiin, dikasih action n bukan cuma omdo alias omong doank. Dan gak sombong yaa…biasakan selalu bertegur sapa dan ramah pada setiap orang (jangan cuma sama cewek inceran doank, itu namanya “muna”, dan klo sifat aslinya keluar waah bisa berabe nanti)

Jadilah pria berkualitas.

Klo akhirat dah ok, dunia juga harus ok donk. Pria sholeh itu bukan berarti harus melupakan dunia, karena kita juga butuh dunia untuk memperbaiki akhirat. Berusahalah untuk menjadi yang terbaik untuk duniamu juga untuk akhiratmu. Salah seorang sahabat Nabi SAW (Umar) sering memberi nasihat “cukupilah dirimu niscaya agamamu akan lebih terpelihara, dan kamu akan lebih mulia”. Nabi SAW juga pernah berwasiat ” Allah menyukai hambanya yang berkarya dan terampil, sesiapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka ia serupa dengan pejuang di jalan Allah.”

Jangan Jadi Jagoan Fisik

Kekuatan pria sholeh itu bukan terletak pada ototnya, atau seberapa kuat dalam bergulat, tapiii…terletak pada kemampuan otaknya dan kemampuan diri menahan emosi dan hawa nafsu tentunya. Jadi klo kalian suka tawuran, duh jangan harap deh bisa deket-deket sama muslimah. Justru klo kita bisa menghindari tawuran, bisa menahan diri terhadap ejekan teman, lalu bersikap memaafkan, wuiiihhhh acung jempol dua deh buat cowok kayak gitu…

Jadi yang masih suka tawuran, jauh-jauh deh dari kita-kita :p, karena muslimah gak mau tuh punya suami yang nantinya tukang pukul.

Last but not least…Berdoalah selalu pada Allah agar kelak diberikan pendamping hidup yang shaleha, yang bisa menjaga kehormatan diri dan keluarga dan bisa menjadi perhiasan yang tak ternilai bagi suaminya. Niatkan semuanya hanya karena Allah, hanya mencintai wanita yang melabuhkan cintanya pada Allah.

Klo bisa jadi pria sholeh dan berkualitas, dijamin…wanita mana sih yang bisa menolak pesonamu? tinggal tunjuk n langsung bilang “maukah kamu menikah denganku?”

Ehm…gimana? masih kepingin punya calon istri sholeha? ūüėÄ

(Tebarkan sayang dan cinta pada setiap makhluk yang ada di bumi)

Barakallahu fiikum

Semoga Bermanfaat

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Man jadda wajada – barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan dapat

Man shobaro zhofiro – barangsiapa bersabar pasti beruntung

man saro ‘ala darbi washola – barangsiapa berjalan diatas jalannya maka akan sampai tujuan

Khoiru jaliisin fiz zamaani kitaabun – sebaik-baiknya teman duduk disetiap waktu itu adalah buku

La tahtakir manduunaka falikullisyaiimmaziyah

Kata-kata di atas adalah salah lima dari kata mutiara yang sedikit banyak memberikan inspirasi bagi saya. Saya kembali diingatkan dengan kata-kata tersebut karena akhir-akhir ini kerap saya temukan di berbagai media, terutama media tulisan. Pertama kali saya diperkenalkan dengan kelima kata mutiara di atas tujuh tahun lalu oleh seorang ustadz muda dari pesantren Daarul Aroffah Kecamatan Sijuk. Namanya Ust. Syahwan Syarif. Saya kagum dengan beliau karena pada usia muda (saat itu berusia 20 tahun) sudah menjadi pengajar di sebuah pesantren dengan kefahaman dan keluwesan ilmu agamanya. Beliau lulusan pondok modern Gontor dan waktu itu sudah mendapat kesempatan untuk studi lanjut di Al-Azhar University, Kairo, Mesir. Subhanallah..dari ceritanya hampir semua ujiannya bernilai 10, meskipun pelajaran umum seperti matematika, fisika dan kimia.

Saat itu ramadhan tahun 2004 beliau dipercaya untuk memberikan materi kepada kami di SMA Negeri 1 Sijuk. Maka ditulislah kata-kata tersebut di blackboard di kelas kami. Dan begitupula dengan aku, aku tulis di sebuah kertas dan tak menunggu lama aku sudah hafal kata-kata tersebut beserta artinya, bahkan tulisan arabnya. Demikian pula maknanya. Dan…sampai sekarang, aku masih ingat.

Man jadda wajada – Siapa yang bersungguh-sungguh melakukan sesuatu dia akan mendapatkannya. Siapa yang menginginkan sesuatu maka dia harus bersungguh-sunguh untuk mendapatkannya dengan usaha keras, kerja cerdas dan doa, insya Allah dia akan mendapatkannya. Maka yang diperlukan adalah kemauan untuk bisa mewujudkan sesuatu, yang nantinya akan melahirkan usaha yang keras dan inshallah dia akan mendapatkan hasil dari usahanya. Setahun yang lalu aku berniat untuk wisuda awal desember, meskipun dengan usaha yang keras, kesana kemari mengurus kelulusan dan berjuang mendapatkan SKL, ternyata aku terlambat mendaftar. Kuota wisuda bulan desember saat itu sudah habis dan aku mendapat antrian no. 002 untuk wisuda berikutnya yaitu bulan februari. Mungkin Allah melihat kesungguhanku, dan ini bukan kebetulan tapi ketentuan, aku dihubungi dan ditawarkan untuk mengisi salah satu kuota yang kosong pada wisuda bulan desember, karena saat itu ada yang mengundurkan diri untuk ikut wisuda selanjutnya. Akhirnya aku pun jadi wisuda bulan desember.

Man shobaro zhofiro – barangsiapa yang sabar akan beruntung. Tahu tidak mengapa sabar selalu dikaitkan dengan shalat? Karena dalam sholat dibutuhkan kesabaran. “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah (2) : 153). Sholat bila dikerjakan dengan sabar akan membuahkan keberuntungan. Beruntung. Zhafira. Berkaitan dengan kata pertama di atas, jika usaha kita yang bersungguh-sungguh tadi belum membuahkan hasil, sabarlah. Mungkin Allah masih memberikan kesempatan kita untuk meraih ladang pahala dengan berusaha.

Man saro ‘ala darbi, washola – Siapa yg berjalan di jalurnya, dia akan sampai. Ingin impiannya tercapai? Tetaplah istiqomah di jalan-Nya. Terkadang ada yang berhenti berusaha padahal sedikit lagi ia berhasil, oleh karena itu tetaplah berusaha bersungguh-sungguh sampai usahanya berhasil. Aku ingat saat itu tahun 2008 berniat mendaftar sebagai peserta program pertukaran pelajar. Semua persyaratan sudah aku penuhi kecuali healthy letter dari hospital dan surat rekomendasi dari rektor. Melalui direktorat kemahasiswaan aku disarankan untuk membuat resume dan nantinya akan diserahkan ke rektor. Tapi karena kemauan saat itu kurang kuat, akhirnya aku mengalah pada keadaan padahal sudah banyak yang membantu waktu itu termasuk dari ditmawa sendiri. So..kuatkan niat, pancangkan tekad raih cita-cita.

Khairu jaliisin fiz-zamaani kitaabun – sebaik-baik teman duduk sepanjang jaman adalah buku. Mengapa buku? Karena buku menyimpan¬† bunga rampai yang indah lagi rindang dari keutuhan sifat-sifat manusia yang terpuji, ibarat teman, kawan, sahabat atau tetangga dekat yang selalu menyapa dalam keadaan apapun juga yang selalu memberi¬† solusi dikala kita terjebak dalam duka nestapa dan yang mengingatkan kita alpa dan lupa. Buku,¬† dengan selalu membacanya akan memberi kepuasan bathin, memberi pencerahan, menyuguhkan cakrawala dan wawasan luas serta melahirkan kemampuan untuk membuka dan membaca peluang emas demi meraih kesuksesan. So, kalo lagi bete, lagi di angkot, lagi ga ada kerjaan sediakanlah buku sebagai teman perjalanan hidup. Dulu (sampai sekarang juga), harus ada target buku yang harus aku baca, terserah itu temanya apa. Kalau tak ada lagi buku yang harus dibaca? Ini aku alami saat-saat menjelang expired sebagai mahasiswa. Dikamarku tak ada lagi buku baru, akhirnya aku pula yang bikin buku. Jadilah sebuah buku yang berjudul ‚ÄúStatistika Terapan dengan Bahasa Pemrograman SAS‚ÄĚ aku terbitkan sendiri dan sekarang masih ada koleksinya di Cibanteng, Bogor.

Dan terakhir. La tahtakir manduunaka falikullisyaiimmaziyah – Kalau anda ingin memilih teman jangan anda memilih teman yang hanya bisa membuat anda tertawa itu sama saja membuat anda kecewa “sodiikuka man abkaka la man adhakaka” teman yang baik adalah teman yang membuat mu menangis. Tanyakan sekarang kepada diri anda, sudahkah lingkungan kita mendukung kita? Lingkungan di sini maksudnya teman-teman anda. Hidup akan terasa indah bila bersama-sama kita ciptakan ukhuwah diantara sahabat-sahabat kita. Allah berfirman, ‚ÄúHai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Al Hujuraat 11)ÔĽŅ‚ÄĚ

 

 

Melihat realita yang sekarang terjadi ternyata sebagian besar dari orang-orang yang sudah bekerja itu, bekerja di bidang yang tidak ada hubungannya dengan jurusan kuliah mereka, contohnya lulusan fakultas pendidikan dan keguruan menjadi seorang redaktur atau wartawan, jurusan teknologi bekerja sebagai dosen dan sebagainya. Hal inilah yang perlu kita sikapi dengan seksama

Banyak dikalangan mahasiswa, memiliki persepsi yang salah. Mereka menganggap bahwa setelah lulus kuliah mereka akan bekerja pada sebuah perusahaan atau intansi terkait dan mempunyai gaji yang tinggi dan cukup penghasilan, tetapi faktanya tidak, setelah lulus mereka justru tidak bekerja dan berusaha mencari pekerjaan yang sesuai dan ideal untuk karir kehidupan nya, setelah itu mereka mengeluh dengan dirinya karena susahnya mencari pekerjaan.

Perlu kita ingat bahwa kuliah tidak benar-benar menjamin kehidupan yang berkualitas untuk anak didiknya setelah lulus. Jadi sebetulnya, pendidikan itu bukan menyiapkan kita dari keilmuan, tapi pendidikan menyiapkan kedewasaan mental yang kita miliki, untuk menyelesaikan masalah yang pelik serta rumit yang akan selalu hinggap dalam setiap kehidupan. Pendidikan berfungsi agar mahasiswa bisa berfikir urut serta logis dan juga melihat gambar yang besar, kalau itu kita kuasai selama kuliah, kita bisa bekerja dibidang apapun .

Tapi yang menjadi pertanyaanya apakah kita bisa mencapai kualitas mental seperti itu dengan sering bolos, sering tidak begitu serius selama kuliah, tidak semangat? Apakah bisa dicapai dengan surat dokter?, coba perhatikan berapa kali nenek meninggal? Karena alasan sang nenek meninggal terus? Berapa kali perut/badan kita sakit? Kalau Tuhan benar-benar mengabulkan permintaan kita, mau bagaimana? Jadi bagi kita yang punya uang untuk investasi kuliah mestinya disyukuri tapi pastikan anda harus mempunyai mental yang bisa menjadikan anda bisa dipekerjakan dimanapun, dihormati dan dibayar dengan tinggi.

Setahun yang lalu saya diterima kerja dari salah satu perusahaan multinasional di Provinsi Riau, yang ada dalam pikiran saya HRD benar-benar memerlukan tenaga statistician karena saya seorang sarjana statistika. Akan tetapi, setelah ditempatkan di departemen di perusahaan tersebut, profesi saya sebagai material planner yang notabene itu merupakan bagian untuk orang-orang lulusan teknik industri. Sebenarnya tidak ada hubungannya dengan apa yang saya pelajari selama kuliah, tak satu pun. Pekerjaan saya saat itu lebih ke arah accounting dan administrasi. Lalu saya berpikir, kalau saya terus seperti ini ilmu S1 saya perlahan-lahan akan lenyap, apa gunanya saya berlelah-lelah kuliah statistika selama 4 tahun.

Lalu saya memutuskan untuk beralih ke bagian yang benar-benar ilmu saya dipakai di departemen yang bersangkutan. Saya masih bisa beralih departemen saat itu karena posisi saya masih posisi trainee. Dan kebetulan saat itu salah satu departemen di perusahaan yang mengurusi plantation, sedang membutuhkan sarjana statistika. Alhasil saya pun ditempatkan di sana dengan posisi sebagai Biometrician. Ya, semuanya berurusan dengan ilmu statistika dengan penerapan dibidang forestry. Pesan saya terkait cerita ini, jangan batasi diri anda, apabila anda merasa tidak sesuai silahkan anda beralih ke kondisi yang anda inginkan. Semuanya ada di tangan anda.

bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang,

cukup cintai ia dalam diam ..

 

karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ..

kau ingin memuliakan dia,

dengan tidak mengajakanya menjalin hubungan yang terlarang,

kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya.

 

karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu ..

menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..

 

karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..

karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu ..

 

ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ??

yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ..

tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ..

 

………….

 

karena dalam diammu tersimpan kekuatan ..

kekuatan harapan ..

hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ..

bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yanng berharap padanya ??

 

dan jika memang ‘cinta dalam diammu’ itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,

biarkan ia tetap diam ..

 

jika dia memang bukan milikmu,

toh Allah, melalui waktu akan menghapus ‘cinta dalam diammu’ itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ..

 

biarkan ‘cinta dalam diammu’ itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu

menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ..

Album : Satu Tekad
Munsyid : Unic

http://liriknasyid.com

Debar hatiku membisik rindu
Ingin aku katakan
Kau gadis idaman

Adakah mungkin kau kumiliki
Ingin aku jadikan
Inasan bernama kekasih

Keayuan yg tergambar
Lukisan nur iman
Bersulamkan keindahan santun perkataan
Bagai puith salju mendinginkan hangat perasaan
Mengusir segala resah di jiwa

Kusampaikan slm ucapan mesra
dan merisik khabar berita
Masihkah ada peluang
Utkku melafazkan cinta
Umpama rembulan jatuh ke riba
Mendengar khabaran darinya
Padaku kau memendam rasa

PadaMu oh Tuhan
Kumohonkan keredaan
Nur kasih yg kudamba
Kekal hingga ke syurga

Hanya satu yg kupinta
Kebaikan darinya
Moga dipeliharakan tulus cinta kita
Agar kukuh ikatan yg murni bahagia selamanya
Dgn lafaz pernikahan yg mulia

Dtglah kasihmu dlm diriku
Menghiasi ruang hatiku
Akanku sambutnya dgn
Sujud penuh kesyukuran

Kuharap jalinan kan berpanjangan
Selagi kasih yg terbina
Kerana cinta kpdNya

Kauku sayangi
Teman sejati
Dikaulah sesungguhnya
Insan bernama kekasih

Pengirim : Nur Huda
——————————————————————————————
Dapatkan lirik-lirik nasyid di http://www.liriknasyid.com

Surat Untuk Seorang Akhwat!

(dari sahabat untuk sahabat)

Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care…
Allah selalu bersama kita

Ukhtiku…
Masihkah menungguku…?

Hm… menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?!
Menunggu…
Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang ‚Äėistimewa‚Äô
Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa
Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu
Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat

Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya,
melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu,
atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati
Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran kosong
Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari ‚Äėdunia lain‚Äô masuk ke jiwa
Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat menunggu
Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih
Ngejomblo itu nikmat. ^o^

Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif
Mumpung waktu kita masih banyak luang
Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga
Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak
Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak

Karenanya wahai bidadari dunia…
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda
Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit
Begitu banyak anak tak berdosa yang harus menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber
Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini ’sarang tikus’
Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri ini
Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit
Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaik
Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri

Ukhtiku…
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah
Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
Karena jalan ini masih panjang
Banyak hal yang menghadang
Hatiku pun melagu dalam nada angan
Seolah sedetik tiada tersisakan
Resah hati tak mampu kuhindarkan
Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan
Karang asaku tiada ‚Äėkan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan
Keputusan besar untuk datang kepadamu

Ukhtiku…
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu
Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir
Yakinlah‚Ķsaat itu pasti ‚Äėkan tiba
Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu
Karena kecantikan hati dan iman yang dicari
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu
Karena aura keimananlah yang utama
Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,
merasuk dan menembus relung jiwa

Wahai perhiasan terindah…
Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.

Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup
Pasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud malammu
Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah di shalat malammu
Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya
Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,
sungguh…itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci
Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya

Ukhtiku…
Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,
merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita

Ukhtiku…
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah ‚Äėkan menjelang jua
Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan
Apa kabarkah kau disana?
Lelahkah kau menungguku berkelana?
Lelahkah menungguku kau disana?
Bisa bertahankah kau disana?
Tetap bertahanlah kau disana…
Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu
Bila waktu itu telah tiba,
kenakanlah mahkota itu,
kenakanlah gaun indah itu…
Masih banyak yang harus kucari, ‚Äėtuk bahagiakan hidup kita nanti‚Ķ

Ukhtiku…
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati terasa terpotong-potong
Jika di sana ada bintang yang menghilang,
mataku berpendar mencari bintang yang datang
Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang…

Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat
Dan mendo’akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,
dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak pernah berharap, kau ‚Äėkan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini
Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup
Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau ‚Äėtuk dikagumi
Akulah orang yang ‚Äėkan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu

Ukhtiku…
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,
hanya bisa merindukanmu
Dan tetaplah berharap, terus berharap
Berharap aku ‚Äėkan segera datang
Jangan pernah berhenti berharap,
Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup

Bila kau jadi istriku kelak,
jangan pernah berhenti memilikiku
dan mencintaiku hingga ujung waktu
Tunjukkan padaku kau ‚Äėkan selalu mencintaiku
Hanya engkau yang aku harap
Telah lama kuharap hadirmu di sini
Meski sulit, harus kudapatkan
Jika tidak kudapat di dunia…
‚Äėkan kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di surga

Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu
Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan egoku,
pelarian perasaanku
dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku
Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti…
Apa yang akan ku hadapi
Dan apa yang harus kucari dalam hidup

Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu bijaksana
Aku goreskan syair sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu mempesona
Memahamiku dan mencintaiku apa adanya
Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu
Semoga…

Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu
Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki

Sahabat, saya berbagi cerita dan pengalaman ini hanya untuk saling mengingatkan. Bahwa terkadang perilaku kita sehari tanpa kita sadari menyimpang dari prinsip hidup kita sesungguhnya. Cerita ini saya dapatkan dari pengalaman teman dan sedikit pengalaman saya..hehe.. Mari kita coba intropeksi diri kita apakah sudah sesuai dengan prinsip hidup kita sebagai aktivis dakwah. Silahkan membaca.
Pada dini hari sekitar pukul dua pagi, suara berisik nada SMS membangunkan seorang akhwat dari perjalanan tidurnya. SMS dari siapa nih malam-malam begini pikirnya. Serta merta dia pun membuka SMSnya, hah…dari seorang ikhwan, bunyinya “Wahai ukhti, segera terjagalah dari mimpi indahmu, bangunlah dari peraduanmu, basuhlah wajah dan anggota tubuhmu agar bersinar di hari kemudian. Bersujud dan bersimpuhlah kpd Allah, agungkan Asma-Nya. Niscaya Allah akan meridhai langkah kita dan mengabulkan cita serta harapan kita”.
Setelah membaca SMS tersebut, sang akhwat tertegun. Ngapain malam-malam begini si ikhwan itu ngirim SMS, kurang kerjaan aja. Dasar sok perhatian!! Begitu batinnya dalam hati. Namun tanpa sadar jari-jari lentik akhwat itu mengetik balasan.
“Jazakallah khairan Akh.. Jangan kapok tuk ngingetin ane ya!! ^_^”.

Gubraaakkkk!!!

Dari bagian sebelumnya, dari hal terkecil SMS seperti itu, bisa menimbulkan harapan yang lebih besar lagi bagi sang ikhwan. Nih..buat para akhwat barang kali pernah dapat SMS seperti ini.
“Aslm. Apa kbr? ukhti, ana sungguh kagum dengan semangat anti. Amanah anti dimana-mana namun semuanya bisa tetap tawazun. Anti benar2 mujahidah tangguh. Tetap semangat ya ukhti”.
“Salut sama ukhti! Anti sungguh militan. Hujan deras seperti itu datang rapat dengan jalan kaki. Jaga kesehatan ya.. Ana nggak rela kalo anti sampai jatuh sakit”.
Sementara itu lain lagi jika sang akhwat yang memulai kirim SMS. Misalnya seperti ini.
“Aww.. Apa kabar? Akhi, sedang ngapain nih? Sudah makan belum? Jangan sampai lupa makan ya..” .
Lalu dibalas lagi oleh sang ikhwat seperti ini, “Www.. Alhamdulillah menjadi jauh lebih baik setelah anti sms ^_^. Ana sedang memikirkan seorang bidadari dunia yang begitu anggun mempesona. Hmm..ana belum makan, tapi dah nggak kerasa lapar klo ingat sama anti”.

So..buat sahabat semua silahkan interpretasi sendiri. Semuanya GOMBAL VIA SMS. Bahkan ada lagi yang seperti ini.
“Aww..wah anti makin terlihat anggun dengan jilbab biru tadi”.
“Asslm.. Apa kbr? Lama gak kontak ya. Ane kangen ma suara anti. Ane janji akan menikahi anti setelah lulus nanti..”.
Bagaimana reaksi penerima? Dan bagaimana jika penerimanya adalah anda wahai para akhwat. Apakah menyimpang dari prinsip hidup anda sekalian??

bersambung…

I want 2 tell u about my first job. Actually, I want to search job after graduate in my bachelor degree. But, before I was graduated formally, i was called by someone to join in her company and she invited me to join recruitment. So, i want to try which purpose to learn how to job recruitment proccess. I send my CV, resume by email and then i was called to examination in jakarta. The examination is about psychotest and case analysis. After 2 day, i was called again to interview with recruiters company. Honestly, i did’nt expected too much to get the job.
As u know that my status was still university student, but the others have graduated from university like ITB, Trisakti, and from abroad university like Japan, Sweden, Taiwan and Singapore. 2 among them have master degree in engineering. I think, i was youngest among them, inspite of maximum age was 25 years old. By interviewer, i was asked about my life journey, my college, my parents, organizations, skill, etc. Actually, in the advertisement that have send to me, it’s was advantage if i can speak and write Chinese. Of course, english is a requirement, but in interview, we spoke in bahasa. So, i can answer some questions very well. In evening, i was back to bogor by train..but to reach Station Kota, it was trafic jam so i must wait for a long time.. It’s bored for me..and it’s that i did’nt like to stay in jakarta..
One week later, when i was watching tv in dorm, i was called by ms. Ratna to offer me and i have passed in final test. So, by thinking and hope to learn there i accepted that offering and to be a part of Asia Pacific Resources International Holding Ltd. employee. I hope to learn so much about business and management. And i can improve my competency to be a professional and a businessman for next future. I hope so..

Assalamualaikum sahabat MP semua!!!Sudah hampir 8 bulan saya jarang meng-update berita di blog ini. Memang cukup banyak kesibukan beberapa bulan terakhir ini, seperti menyiapkan bahan dan metode buat kolokium skripsi saya, lalu nge-draft tulisannya, selain itu waktu saya banyak terpakai buat mencari bahan-bahan skripsi di perpustakaan IPB. Yah..mudah-mudahan apa yang saya targetkan selama ini bisa tercapai, skripsi saya cepat selesai, lalu seminar dan lulus dari kampus hijau ini. Jujur saya, aku sangat menikmati kuliah di sini. Meskipun…ya kadang-kadang sering tidak mengerti apa yang dosen katakan, nilai ujian yang sering dapat rendah..hehe.. Tapi, karena proses belajar nya yang saya nikmati. Ke perpus mencari bahan2 kuliah, membaca segala buku di sana.Memang sejak dari kecil saya suka banget baca buku, tentang apapun itu. Sehingga waktu SD dulu saya sering banget pinjem buku untuk dibawa pulang ke rumah. Sampai sekarang ada 2 buku yang belum dikembalikan. Maafkan ya buat guru2 SD ku. Muridmu ini memang bandel. Begitu juga dengan di SLTP, kalau sudah waktunya istirahat saya menuju perpus dan sering juga pinjem buku di sana. Akan tetapi, semasa SMA memang benar-benar ga ada fasilitas membaca sama sekali. Jangan di tanya soal perpustakaan, buku panduan buat belajar pun tidak ada. Pernah kami menggunakan buku dengan kurikulum 1984 padahal saat itu sudah harus menggunakan kurikulum KBK 2004. Tapi, itu lah yang menjadi semangat kami untuk mencari pelajaran diluar sekolah, entah itu beli buku sendiri, cari buku bekas dari saudara, dll.Jadi, setelah menempuh kuliah ini, aku menfaatkan waktuku untuk membaca buku di perpustakaan LSI IPB. Di sana tersedia puluhan ribu judul buku, jurnal, tesis, disertasi, dengan ratusan ribu koleksi buku. adi, saya bebas memilih buku apa saja untuk saya baca. meskipun jurusan saya statistika, tapi saya lebih senang membaca buku komputer, sastra, pertanian serta majalah-majalah di lantai dua. Dengan suasana yang cukup nyaman, saya betah berlama-lama di sana. Kalau anda punya waktu, anda boleh mencoba mencari2 buku di sana.

Suatu hari aku pernah bermimpi keliling dunia, menggunakan sebuah pesawat khayalan. Lalu saat tengah mengudara di angkasa, aku pun terjatuh, lalu menangis. Aku terbangun dari tidurku sambil terus menangis tersedu-sedu tanpa suara. Aku tatap di sekelilingku mereka masih tertidur pulas dengan mimpi indahnya masing-masing. Saat itu aku taksir aku berumur empat tahun yang belum bisa banyak mengerti apa-apa. Akan tetapi di saat itu aku yakin bisa terbang di angkasa, menyusuri jagat raya. Aku ingin ke sana, menyeberangi Laut Kaspia, menikmati tetes-tetes air terjun Niagara. Menghisap nikmatnya tantangan dengan beragam perjuangan yang harus aku hadapi. Aku ingin ke sana. Ke suatu tempat yang belum pernah aku kunjungi. Berseru dan berteriak di puncak tertinggi Himalaya di Asia, sambil menyusuri luasnya samudera kehidupan yang membentang luas di depan mataku. Aku ingin sekali ke sana, membebaskan kampung ini dari kezaliman ilmu pengetahuan yang tidak kunjung datang. Aku ingin ke sana, berinteraksi dengan semua otang di berbagai belahan dunia, di Rusia, semenanjung Skandinavia, Swedia, Norwegia dan melintasi daratan Kanada.
Aku pun tertidur kembali. Lampu minyak tanah di rumahku hampir tenggelam sumbunya. Akan tetapi, masih memancarkan cahayanya menerangi setiap perjuangan dalam mimpiku. Aku lihat juga orang tua, adik dan saudara-saudaraku yang lain masih terlelap. Aku tertidur sekitar 17 tahun lamanya.
Dan sekarang…..aku baru terbangun….aku dapati diriku sudah berada di negeri yang berbeda. Aku dapati diriku sudah di depan piranti teknologi canggih ini. Aku dapati orang-orang di sekelilingku menggunakan bahasa yang berbeda yang aku sendiri tidak faham maksudnya. Dan aku lihat, orang tua ku tidak ada di sampingku. Begitu juga dengan saudara-saudaraku. Kemanakah mereka….. aku dapati juga bahwa aku sudah besar, berbeda saat aku sebelum tidur dulu. Aku pun menangis…meraung seperti anak kecil yang ditinggal ibunya. Tangisanku menyayat hati bagi siapapun yang mendengarnya. Aku coba untuk menerangi jiwaku dengan lampu minyak tanah dulu. Akan tetapi lampu tersebut pun lenyap tanpa meninggalkan bekas.
Dan saat ini…..aku lihat lampu tersebut telah berubah menjadi cahaya mentari yang selalu setia menemani perjalananku. Aku pun bangkit, menikmati sisa-sisa perjuangan ini dan kulihat cahaya mentari itu tersenyum melihatku….aku bahagia…. teman sekelilingku mengatakan bahwa aku bukan lagi berada di aik kelekak, kampungku yang ingin aku perjuangkan keintelektualanya. Aku pun merenung di samping piranti teknologi ini, yang kemudian aku tahu alat ini bernama komputer. Sebelumnya aku tidak tahu bahwa aku akan berada di sini. Bercampur dengan berbagai manusia dengan beragam latar belakang. Di sini aku sedang berada di tempat yang terletak 700 kilometer dari tempatku dulu. Suatu saat nanti aku akan berada seperti di alam mimpi kala aku masih kecil. Akan menaklukan puncak tertinggi di Fujiyama….

Bogor, januari 2008